Wayan Senata

Artikel

Desa Membangun Indonesia

23 Juni 2018 03:19:33  Administrator  667 Kali Dibaca  Perpustakaan Desa

Menemukan ruh pembangunan yang memberdayakan tidaklah mudah. Reformasi di Indonesia pada tahun 1998 telah memilih sis-tem desentralisasi. Otonomi daerah menjadi konsep operasionalnya. Bukan tidak berhasil, tapi penyelenggaraan otonomi daerah ternyata belum mampu melahirkan kesejahteraan bagi lapisan masyarakat ter-bawah yang hidup di desa. Bahkan gini rasio 1 terus meningkat sudah di atas 0,41 yang menandakan kesenjangan ekonomi yang semakin lebar. Otonomi daerah cenderung jamak menyediakan karpet merah bagi kelompok usaha untuk mengelola sumber daya alam daerah. Tidaklah mengherankan bahwa di era otonomi daerah lengket dengan paradigma market driven development dan desa masih terpinggirkan.

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Layanan Surat Desa

 Statistik

 Sinergi Program

Prodeskel
Pajak Online

 Pemerintah Desa

 Media Sosial

 Arsip Artikel

26 Februari 2021 | 22.076 Kali
KEGIATAN BULAN BAHASA BALI DESA SEKARTAJI TAHUN 2021
07 Agustus 2018 | 5.204 Kali
Sejarah Desa Sekartaji
29 Juli 2013 | 4.310 Kali
Profil Desa
07 November 2014 | 3.705 Kali
Pemerintahan Desa
24 Agustus 2016 | 3.060 Kali
Data Desa
31 Maret 2013 | 2.702 Kali
Arti Lambang Desa
07 Agustus 2018 | 2.668 Kali
Profil Wilayah Desa Sekartaji
11 November 2022 | 1.159 Kali
PERUBAHAN APBDES TAHUN 2022
31 Desember 2020 | 602 Kali
LAPORAN SEMESTER 2 LPJ 2020
23 Juni 2022 | 823 Kali
Pordes 2022
03 Juni 2022 | 537 Kali
MUSDUS RING DESA ADAT KERTA PARISUDA TAHUN 2022
08 Juli 2021 | 641 Kali
Penyuluhan Dari Petugas Puskesmas Nusa Penida I
05 Juli 2021 | 575 Kali
PENETAPAN CALON PERBEKEL DAN PENGUNDIAN NOMOR URUT
14 Februari 2023 | 373 Kali
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TAHUN 2022

 Agenda

Belum ada agenda

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:230
    Kemarin:494
    Total Pengunjung:704.521
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.217.61
    Browser:Mozilla 5.0

 Komentar

 Peta Wilayah Desa